Rossi Memang Koki

Valentino Rossi bukan saja pantas dapat gelar The Doctor. Tapi, juga layak dapat gelar koki. Tentu bukan koki masak, Rossi tetap sebagai koki motor. Hasilnya, motor yang sudah dikembangkan Rossi akan enak dan kencang dipakai rider lain.

Mau bukti? Dulu ketika Rossi pindah ke Yamaha, cukup banyak masukan buat riset Yamaha M1 sehingga kompetitif dan mengantar Rossi jadi juara dunia.  Berikut menu dari Rossi sebagai koki:

SCREAMER JADI LONG BANG

Begitu Rossi gabung di tim Yamaha  dan mulai pengujian pada musim  dingin 2003/2004.  Yamaha yang diketuai Koichi Tsuji kolaborasi dengan Rossi dan Burgess. Mereka memperbaiki sifat M1 yang sebelumnya masih tradisional.  Breksperimen dengan sejumlah modifikasi mesin berdasarkan masukan dari Rossi. Kurang bertenaga atau kurang beringas ketika akselerasi.

Diputuskan mengganti mekanisme klep yang asalnya 5 klep jadi 4 katup per silinder juga mengubah timing ledakan atau pembakaran dalam silinder . Awalnya mesin 4 silinder segaris dari sistem “screamer”, dengan urutan pembakaran tiap silinder bedanya 180 derajat sudut kruk as.  Diubah jadi sistem “long bang” dimana power pulses diubah jadi 270-180-90-180 .

Ketika masih screamer, ledakan power beraturan, suara M1 memang halus. Namun begitu jadi “long bang” dengan timing  baru , membuat suara mesin jadi kasar. Oleh Yamaha, teknologi ini juga dicangkokan ke mesin Yamaha R1 harian atau produksi massal. Makanya R1 yang keluaran 2005 ke atas (kalau tidak salah tahun), suaranya jadi kasar, namun lebih bertenaga dibanding R1 sebelum tahun 2005.

Power pulses atau timing ledakan “long bang” meniru dari mesin V4. Seperti misalnya ketika Rossi masih di Honda sebelum pindah ke Yamaha.  Namun Rossi tidak mau mengubah terlalu extrem, mesin M1 tetap 4 silinder segaris. Perkembangan ini secara signifikan meningkatkan karakteristik torsi mesin.

Selain itu posisi mesin di chasis diubah, membuat M1 lebih mudah dikontrol masuk dan keluar tikungan.

DI DUCATI MASIH JADI KOKI

Demikian juga ketika Rossi masuk Ducati. Pertama yang dilakukan memperbaiki karakter Ducati yang susah dikendalikan dan kurang bertenaga begitu memasuk regulasi pembatasan penggunaan bahan bakar. Namun belum sukses di mesin 800 cc Ducati, kini regulasi berubah dengan 1000 cc.

Masuk mesin 1.000 cc, sebagai tahap awal Ducati meluncurkan GP Zero yang dites tahun lalu di Valencia. Kemudian Rossi kasih masukan, hasilnya Ducati GP12 yang dites Januari lalu di Sepang bisa kompetitif. “90% berbeda dari GP Zerro. GP12 menyesuaikan keinginan Valentino,” kata Filipo Preziosi, General Manager Ducati Corse beberapa hari sebelum pengujian di Sepang.

Bahkan Fillipo Preziosi sempat mengaku, perubahan di GP12 harusnya dilakukan dalam 3 tahun. Namun dengan Rossi dibikin jadi 3 bulan. Suatu pekerjaan yang sangat singkat dan tentu sangat sibuk sekali.

Mengubah GP Zero jadi GP12 sama ketika di Yamaha. Mengatur ulang posisi mesin agar distribusi berat motor jadi merata. Bobotnya digeser ke belakang dengan cara menggeser posisi tangki jadi lebih ke belakang. Ukurannya jadi panjang.

Selain itu posisi radiator pun ditarik mundur mendekati silinder head. Posisi mesin juga diatur ulang sedikit posisi V90 derajat diangkat sudutnya dan dimundurkan.

Kabar lain rangka GP12 sudah dibikin langsung FTR yang dikontrol engineer Ducati. FTR juga mensupport kelistrikan dan rangka untuk motor-motor CRT.

Sumbu roda juga dimelarkan seperti ketika di Yamaha. Di Ducati asalnya wheelbase 1.422 jadi 1.470 mm.

Itu masukan Rossi sebagai koki. Hasilnya ketika tes di Sepang bisa kompetitif dan mudah-mudahan bejaban di musim 2012. Soalnya kalau Rossi motornya kencang membuat atmosfir MotoGP jadi hidup. Balapan tanpa Rossi seperti sayur tanpa garam.

Catatan: Tulisan ini pernah terbit juga di MOTOR Plus edisi 678 halaman 25.  Lebih lengkap ada disana

Perihal aongmotorplus
Saya reporter di media motor, tepatnya MOTOR Plus dari Kompas Gramedia Group

9 Responses to Rossi Memang Koki

  1. alvie syahrin mengatakan:

    pembalap sejati memang gak sekedar joki, tapi juga koki, meramu mesin🙂

  2. irving nazmi mengatakan:

    Bravo buat Rossi lah pokoknya….Never Say Die…🙂

  3. firmansyah mengatakan:

    yua rossi khan jga manusia mungkin nanti pensiun dia bakaL membuka restoran atau jangan-jangan sekarang ini ithu sebagai kerja sampingan dia……..???? pokonya apapun ithu semua rossi seLaLu dihati 46 forever

  4. harry chuwa mengatakan:

    gak salah kalau dapet gelar the doctor
    semoga moto gp tahun sekarang bisa sukses lagi, bravo 46….

  5. bared46 mengatakan:

    Sangat sangat setuju!!!

  6. Link Vacancy mengatakan:

    memang mantap tuh rossi dan terbukti mamapu membuat semua motor lebih kencang

  7. daus pahlawan mengatakan:

    rossi,,,,,,is the best

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: