MotoGP 1.000 CC Kemunduran

Secara engineering,  MotoGP kembali lagi jadi 1.000 cc adalah kemunduran. Alasannya bisa melihat kilas balik balap prototipe mesin 4-tak ini.
Mulai tahun 2002 MotoGP 1.000 cc 4-tak posisinya menggantikan motor 2-tak 500 cc. Ketika itu motor 2-tak dianggap tak ramah lingkungan dan tidak sesuai dgn program green world. Bidang otomotif dianggap salah satu penyumbang polusi lingkungan. Akhirnya balap harus beralih menggunakan mesin 4-tak yg lebih ramah lingkungan.
Aturan atau regulasinya pengganti GP500 cc 2 tak adalah MotoGP1000 cc 4-tak. Ketika itu istilhanya simpang siur. Ada yg nyebut GP1 dan banyak lagi, akhirnya disepakati pihak Dorna jadi MotoGP.
Ketika itu jadi rancu dgn balap superbike yg juga 1000 cc. Namun pihak FIM dan Dorna sebagai penyenggara beralasan MotoGP adalah balap prototipe. Beda dengan Superbike yg basicnya motor jalanan.
Secara engineering atau rancang bangun mesin, balap MotoGP 1000 cc 4-tak menggantikan 500 cc 2-tak bisa dianggap salah besar. Dipastikan tidak akan lama. Karena sy anggap powernya pasti kelewat besar. Konversi dari mesin 2-tak ke 4-tak parameternya bukan dikali 2. Asalnya 500 cc jadi 1000 cc adalah salah.  Saya pernah menulis ini di MOTOR Plus edisi cetak.
Wiranto Arismunandar mantan rektor ITB menulis dalam buku terbitan yg berjudul Motor Bakar Torak. Referensi Wiranto dari buku-buku luar negeri tentang kerja mesin 4-tak dan 2-tak.
Konversi mesin 2-tak ke 4-tak pengalinya adalah 1,6. Jadi, dari 500 cc
2-tak tinggal dikalikan 1,6 = 800 cc 4-tak. Ini angka yg bener.
Dan benar saja, balap 1000 cc 4-tak hanya berjalan beberapa tahun. Power kebesaran. Dianggap sebagai mesin pembunuh dgn celakanya beberapa pembalap. Dan tragedi paling tragis meninggalnya Daijiro Kato. Walau matinya dianggap karena kesalahan teknik control by wire tapi dianggap sebagai power 4-tak 1000 cc powernya gila.
Akhirnya mulai 2006 diusulkan agar diturunkan jadi 800 cc. Benar kata prediksi saya kan? Kalau 800 cc sesaui rule awal dan pas dgn rekayasa engineering. Pengganti 500 cc 2-tak benernya 800 cc 4-tak. Mulai 2007 balap ini diberlakukan.
Namun mulain muncul gejala janggal ketika Valentino Rossi dan Jorge Lorenjo sama-sama di Yamaha. Rossi dan Jorge seperti perang dingin dalam satu atap Yamaha.
Rossi yg kerap disaingi Lorenz yang anak kemarin sore jadi jengkel. Sampe paddock dan pit harus disekat. Supaya gak nyontek setingan.
Udah disekat, tetap saja Rossi tidak bisa lepas dari bayang-bayang Lorenzo. Rossi sampe berkomentar balap 800 cc 4-tak adalah balap yg gampang. Semua kontrol sudah serba elektronis. Anak kemarin sore kayak Lorenzo pun yg baru bisa bawa motor dianggap dgn mudah geber 800 cc yg serba elektronis. Kata Rossi mendingan 1.000 cc sekalian tanpa kontrol elektronik supaya tahu mana pembalap yg jago. Maksud Rossi supaya Lorenzo bikin sendiri motor. Jgn bekas pake Rossi di 800 cc.
Karena The Doctor yg ngomong pihak FIM dan Dorna tanggapi. Semakin diperkuat krisis ekonomi di Eropa. Ongkos MotoGP mahal. Beberapa pabrikan undur diri seperti Kawasaki dan Suzuki. MotoGP makin sepi peserta dan hanya tinggal 13 pembalap yg bisa ikut.
Salah satu faktor paling mahal adalah mesin prototipe. Sampe sebelumnya ada pembatasan penggunaan mesin dalam satu tahun. Namun tetap dianggap paling mahal.
Akhirnya supaya rame dan paling benar mendingan balap beralih ke 1000 cc lagi. Dgn alasan supaya peserta makin banyak. Karena bisa menggunakan aturan CRT. Biar murah bisa menggunakan mesin motor jalanan.

Secara bisnis memang bagus supaya hemat dan peserta tetap banyak. Walau seperti ada tentangan karena dianggap kembali bentrok dgn superbike 1.000 cc. Untuk mengalihkan pihak FIM membolehkan sasisnya beli dari after market. Khusus dari builder yg biasa bikin frame.

Dari uraian di atas bisa terlihat. Sebenarnya balap MotoGP 1000 cc sekarang adalah kemunduran. Melenceng dari teori engineering yang pasnya 800 cc.
Ini juga kegagalan FIM dan Dorna bikin balap prototipe sehingga biayanya mahal. Jadi 1.000 cc sekarang adalah sebenarnya regulasi gagal.

Disini Rossi sebagai seorang The Doctor diuji. Seperti diledek oleh anak-anak ABG macam Stoner, Pedrosa dan Lorenzo.
Mesin udah 1.000 cc yang diracik masing-masing pabrikan sesuai dgn masukan rider. Namun tetap Rossi masih keok. Motor-motor ABG macam Lorenzo, Stoner dan Pedrosa yg dirancang tanpa masukan dari Rossi bisa ngasapi Rossi dengan Ducatinya.
Prediksi The Doctor di awal 1000 cc generasi kedua ini seperti salah.
Balap bukannya rame, dia sendiri tertinggal jauh. Apalagi motor2 CRT itu ditinggal sekebon.
Ini analisa sy. Trima kasih
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Perihal aongmotorplus
Saya reporter di media motor, tepatnya MOTOR Plus dari Kompas Gramedia Group

4 Responses to MotoGP 1.000 CC Kemunduran

  1. agus hari gunawan mengatakan:

    mundur untuk maju bos aong,dari pada motogp gulung tikar,kawak ,suzuki bangkrut peserta berkurang drastis, saya yakin itu alasan utama dorna mengganti kembali motogp 800cc ke 1000cc bukan karena permintaan rossi,ya minimal bisa menarik tim2 crt yang bisa pake mesin2 motor masal,n terbukti kawasaki bisa kembali lagi ke motogp walau cuma mesinya aja yg di pake tim crt,n walalu hasilnya juga masih setabil di juru kunci,maaf sotoy saya,he2

  2. Fahmy Ramadhan mengatakan:

    mantap om aong…
    ini berfikir ilmiah otomotif..
    the best deh om aong..

  3. IZR mengatakan:

    MotoGP hanya orang jualan, kalo mau balapan seru n murah ya 500 cc 2 tak, coba tanya Rossi mgkin dia setuju.. wkwkwk

  4. sugi mengatakan:

    mantap..ulasannya… Lanjutkan broder….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: